MENYELAMI MAKNA LITURGI ADVENTUS (Sebuah Telaah Ilmiah Menurut Perspektif Teologi Liturgi)

Fransiskus Yance Sengga

Sari

Artikel ini merupakan sebuah pendalaman lanjut setelah dipaparkan pada kesempatan Rekoleksi Menyongsong Masa Advent dan Natal bagi para Imam dan Frater TOP se-Kevikepan Ende, di Rumah Bina Kerahiman Ilahi, Rabu, 07 Desember 2022. Dalam konteks Jurnal Atma Reksa, penulis membaginya dalam dua edisi. Yang pertama tentang Adventus dan berikutnya mengenai Natal. Untuk maksud itu, penulis memberi judul “Menyelami Makna Liturgi Adventus” (Sebuah telaah ilmiah menurut perspektif Teologi Liturgi). Untuk menerangi telaah ini, penulis melakukan penelitian kepustakaan dengan menggunakan sumber-sumber primer dan original. Uraian dimulai dengan membedah makna terminologi adventus untuk menemukan akar kata dan pengertian yang benar dan jernih. Selain itu, penulis juga melihat bagaimana istilah ini masuk dan berkembang dalam tradisi kristiani. Lebih jauh, uraian dilanjutkan dengan menelisik asal-usul Masa Adventus yang kemudian masuk dalam Liturgi Gereja Ritus Romawi. Setelah mengenal keberadaan dan hakikatnya dalam liturgi Gereja, penulis coba menyelami dua paradigma teologis yang terkandung dalam Masa Adventus itu sendiri. Tulisan dilanjutkan dengan menelaah perkembangan Perayaan Adventus dalam Liturgi Gereja hingga saat ini dan ditutup dengan menilik makna simbolis yang tercetus dari lingkaran atau korona advent; sebuah tradisi yang hidup dan terus berkembang dalam lingkup Gereja lokal. Kiranya telaah ilmiah ini boleh dijadikan sebagai acuan bagi sidang pembaca dan para pemerhati liturgi untuk terus berupaya mencari, mengenal, dan semakin mencintai Dia, Sang Misteri yang pada perayaan Natal sebagai kenangan akan kelahiran-Nya selalu dinantikan dan menginspirasi ziarah umat beriman menuju kepenuhannya pada akhir zaman, saat ketika Dia datang kembali dalam kemuliaan untuk menjadi Hakim yang adil dan Penyelamat.

Kata Kunci

Adventus, Masa Adven, Historis Sakramental, Eskatologis, Parouzia, Sacramentarium, Korona Adven

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Kitab Suci

Lembaga Alkitab Indonesia. (2006). Alkitab Deuterokanonika. Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)-Arnoldus: Ende.

Dokumen Gereja

Komisi Liturgi KWI. (1988). Bina Liturgia. Kumpulan Dokumen Liturgi. Bunga Rampai Liturgi 2E. Jakarta: Obor.

________________. (2013). Pedoman Umum Misale Romawi. Ende: Nusa Indah.

Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang. (2011). Misa Hari Minggu dan Hari Raya. Yogyakarta: Kanisius.

________________. (2016). Misa Harian Jilid I Masa Khusus: Masa Adven-Penampakan Tuhan, Yogyakarta: Kanisius.

Kongregasi Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen. (2011). Direktorium tentang Kesalehan Umat dan Liturgi: Asas dan Pedoman. Jakarta: Obor.

Konsili Vatikan II. (1993). Sacrosanctum Concilium. Penerj. Hardawiryana, Jakarta: Obor.

_______________. (1993). Lumen Gentium. Penerj. Hardawiryana, Jakarta: Obor.

Kamus

Liotta, G. et.al. (2010). Dizionario della Linggua Latina. Torino: Il Capitello.

Buku

Auge, M. (2011). L’Anno Liturgico. É Cristo Presente Nella Sua Gloria. Roma: Libreria Editrice Vaticana (LEV).

Suryanugraha, C.H. (2021). Natal dan Paskah: Perayaan liturgi dalam dua lingkaran. Yogyakarta: Kanisius.

Artikel dalam Kamus dan Bunga Rampai

Auge, M. (1998). “L’Anno Liturgico Nel Rito Romano”, dalam Anscar Chupungco et.al., Scientia Liturgica. Manuale di Liturgia Vol. V Tempo e Spazio Liturgico. Milano: Piemme, 211-245.

Bergamini, A. (2001). “Avvento”, dalam Liturgia (Dizionario). Milano: San Paolo, 178-182.

Nocent, A. (2011). “Panoramica Storica dell’Evoluzione dell’Anno Liturgico”, dalam Anamnesis Vol. VI. L’Anno Liturgico. Storia, Teologia e Celebrazione. Milano: Marietti, 37-55.

_________. (2011). “Il Tempo Della Manifestazione” dalam Anamnesis Vol. VI. L’Anno Liturgico. Storia, Teologia e Celebrazione. Milano: Marietti, 177-205.

Artikel dalam Majalah

Suryanugraha, C.H. (2006). “Masa Adven dan Lingkaran Adven” dalam Majalah Liturgi Vol. 17 no. 6 November-Desember 2006. Jakarta: Komisi Liturgi KWI, 4-7.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.